Kampung Literasi ITS menjadi branding bentuk kepedulian ITS terhadap pendidikan masyarakat khususnya mereka yang tinggal di wilayah sekitar kampus. Rendahnya kesadaran belajar pada anak-anak usia sekolah di sekitar wilayah kampus menjadi alasan utama bagi ITS untuk ikut mengambil peran dalam memotivasi mereka sehingga mereka memperoleh kesenangan untuk belajar. Hal utama yang dilakukan adalah dengan cara memperkenalkan cara membaca yang menyenangkan. Membaca menjadi pendekatan untuk membngun interaksi dua arah antara anak dengan guru di sekolah serta anak dengan orang tua ketika di rumah. Membaca nyaring dipilih sebagai strategi untuk menstimulasi agar anak menggemari aktifitas membaca. Berikutnya, strategi untuk menguatkan input yang diperoleh sebagai luaran membaca akan dikunci dalam ranah memori jangka panjang melalui kegiatan mereproduksi cerita dalam bentuk aktifitas menulis cerita. Kegiatan ini selain mengunci input dalam inventori dalam ingatan jangka panjang mereka, mereka juga dilatih untuk kreatif dan inpfatif untuk menghasilkan sebuah karya. Sebagai upaya untuk mendorong mereka berkarya, appraisal diberikan dengan dua cara. Cara pertama adalah mendesain tematik mading yang melibatkan anak-anak dalam proses mulai dari perancanaan hingga tata letak. Berkerasi dengan mading adalah cara untuk memantik imaginasi kreatifitas dan inovasi seorang anak serta media untuk melatih agar anak fokus dan memiliki ketahanan untuk mengerjakan sesuatu hingga akhir.  Cara kedua, tim akan membukukan karya terbaik anak-anak sehingga buku ini akan menjadi milestone bagi karya anak-anak.