Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul “Penguatan Kampung Literasi ITS: Meningkatkan Profesionalisme Petugas Taman Baca Masyarakat (TBM) Di Wilayah Kota Surabaya Melalui Program Mentoring Literasi Berimbang (Balanced Literacy)” dilaksanakan dibawah naungan Pusat Studi Potensi Daerah dan Pemberdayaan Masyarakat (PDPM) – LPPM ITS. Kegiatan yang bertemakan peningkatan literasi masyarakat perkotaan telah dilaksanakan secara berkelanjutan sejak tahun 2017. Kegiatan pengabdian ini merupakan bentuk dukungan terhadap program literasi yang diinisiasi oleh walikota kota Surabaya, Dr. (Hc) Ir Tri Risma Harini untuk menjadikan Kota Surabaya sebagai kota Literasi seperti yang telah dideklarasi pada upacara peringatan Hari pendidikan Nasional tahun 2014. Karya nyata mewujudkan gagasan tersebut, pemerintah kota Surabaya telah berhasil membangun TBM di hampir 460 titik di seluruh wilayah di kota Surabaya. Taman Baca Masyarakat (TBM) didirikan oleh pemerintah kota Surabaya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, pemerintah kota menunjukkan upaya seriusnya melalui pemberian sarana prasarana yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat kota Surabaya sebagai pusat sumber belajar. Stelah berjalan sekian waktu, beberapa kendala di lapangan dijumpai. Satu diantaranya adalah revitalisasi koleksi buku-buku bacaan sebagai sumber belajar utama. Karena keterbatasan yang dimiliki oleh pemerintah kota maka pembaruan koleksi cenderung melambat, hal ini berdampak pada turunnya minat baca dan kunjungan warga masarakat.

Sebuah program pengabdian masyarakat yang diberi nama Kampung Literasi ITS, dihadirkan untuk menjadi bagian dari pengembangan Surabaya kota Litrasi. Kegiatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan sejak tahun 2017 menitik beratkan pada pemberdayaan kemampuan literasi anak dan remaja untuk menghasilkan sebuah karya literasi berupa kumpulan cerita remaja Dolly yang berjudul Surabaya ≠ Dolly dan diterbitkan oleh Penerbit Diandra Yogyakarta. Pada tahun 2018, kegiatan berkelanjutan di wilayah eks Lokalisasi Dolly dengan tujuan memberikan penguatan literasi bagi remaja kampung di wilyah tersebut. Kegiatan tersebut telah menghasilkan kumpulan cerita dan kisah yang dialami remaja yang lahir dan tumbuh di wilayah lokalisasi. Kumpulan cerita tersebut dibukukan dan diterbitkan oleh XXX dengan judul kumpulan cerita Dolly juga Surabaya: Ada ….. . Pada tahun yang sama, Kampung Literasi ITS diselenggarakan di 5 TBM di wilayah kelurahan Kejawan Putih Tambak, Keputih, dan Gebang. Adapun TBM yang menjadi tempat terselenggaranya kegiatan adalah TBM RW 03 Keputih, TBM Kelurahan Kejawan Tambak, TBM RW 04 Kejawan Tambak, TBM RW 03 Gebang, dan TBM Rusunawa Keputih. Selama 5 minggu dimulai pada tanggal 16 Juli 2018 dan akan berakhir pada tanggal 18 Agustus 2018, tim pengabdi melakukan kegiatan berbentuk pembisaan dan pembiasaan membaca nyaring, menulis cerita yang akanmenghasilkan buku kumpulan cerita anak Surabaya, yang telah diterbitkan oleh Penerbit Diandra Yogyakarta. Ketiga buku tersebut sekarang telah menjadi koleksi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya yang dapat dibaca oleh warga kota Surabaya di TBM-TBM terdekat. Dengan demikian dua tahun berlangsung Kampung Literasi ITS telah mampu memberikan sumbangan dan karya nyata sebagai bentuk partisipasi aktif untuk mendukung susesnya program Surabaya Kota Literasi.

Sebagai keberlanjutan kegiatan di dua tahun terakhir, tahun 2019 merupakan tahun ketiga dilaksanakannya program Kampung Literasi ITS. Mengingat belum terpenuhinya kebutuhan revitalisasi di TBM-TBM di Surabaya, maka tahun ini Kampung Literasi ITS akan menyelenggarakan serangkain kegiatan yang mendukung program revitalisasi dan pemberdayaan TBM melalui peningkatan standar kompetensi petugas TBM di Surabaya. Kegiatan Revitaslisasi dilaksanakan melalui Program ITS CARE; 1001 Donasi buku untuk TBM di Kota Surabaya. Program donasi dilaksanakan dengan membuka dropbox di setiap jurusan di ITS untuk memudahkan seluruh civitas akademika ITS membantu menyumbang buku dan Bazar Buku yang diharapkan dapat menjadi ajang Beli dan Donasikan. Bazar buku menjual buku-buku yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar dan sumber bacaan  serta memperkaya koleksi TBM-TBM di Surabaya. Kampung Literasi ITS menggandeng penerbit dan toko buku untuk mengikuti pameran dan bazar dengan sistem konsinyasi. Keuntungan yang diperoleh dari penjualan buku akan diserahkan kepada TBM dalam bentuk buku baru. Selain revitalisasi yang dilakukan dengan cara donasi buku dan bazar buku, Kampung Literasi ITS mengadakan program mentoring bagi petugas TBM di seluruh wilayah di Kota Surabaya. Sebagai hasil mentoring akan diselenggarakan lomba menulis cerita yang akan dibukukan dan dilombakan. Cerita terbaik akan dipilih untuk mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp. 500.000,- dari sponsor kegiatan

Gerakan literasi yang dipelopori oleh pemerintah kota diharapkan mampu melejitkan tingkat literasi Indonesia di tingkat dunia. Keberhasilan gerakan ini mendapatkan respon positif dari berbagai pihak, salah satunya adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Perguruan tinggi dengan peringkat ke 5 Perguruan terbaik di Indonesia tahun 2017, menunjukkan keseriusannya untuk mengambil peran menyukseskan gerakan literasi di kota Surabaya. Perustakaan ITS dan LPPM sejak tahun 2017, telah berhasil mendirikan kampung Literasi ITS di beberapa wilayah di Surabaya diantaranya wilayah terdampak penutupan Dolly, dan beberapa kampung di wilayah sekitar kampus. Melalui kegiatan donasi buku dari civitas akademika, telah terkumpul hampir 600 buku bekas layak baca dan hampir 200 buku baru telah didistribusikan ke TBM- TBM. Upaya donasi ini dilakukan sebagai upaya peremajaan dan penambahan koleksi buku-buku baik buku pelajaran maupun buku bacaan. Kegiatan tidak hanya memberikan donasi buku, melainkan yang terpenting melalui gerakan ini, kegiatan pengabdian masyarakat terlaksana untuk menyukseskan gerakan literasi yang dipropagandakan oleh ITS.

Tim pengabdi yang terdiri dari dosen, mahasiswa, pustakawan dan peneliti menjadi penggerak yang turun dan bergabung dengan masyarakat untuk memantik perhatian mereka akan kebutuhan membiskan dan membiasakan membaca. Melalui kegiatan yang bertajuk Kampung Literasi ITS, tim melibatkan diri dan mengajak msyarakat melalui pemberdayaan TBM sebagai pusat belajar sepenjang hayat. Kegiatan ini menunjukkan kepada masyarakat bagaimana keterlibatan orang tua terhadap aktifitas belajar anak menjadi upaya terbesar yang dibutuhkan oleh anak-anak untuk menyadari bahwa mereka mencintai belajar. Kegiatan yang dikemas melalui aktifitas membaca untuk menghasilkan karya diharapkan mampu membangkitkan kesadaran bahwa membaca adalah pintu utama terbukanya kemampuan akademis di berbagai bidang.

Tahun 2018, kegiatan Kampung Literasi ITS diselenggarakan di 5 TBM di wilayah kelurahan Kejawan Putih Tambak, Keputih, dan Gebang. Adapun TBM yang menjadi tempat terselenggaranya kegiatan adalah TBM RW 03 Keputih, TBM Kelurahan Kejawan Tambak, TBM RW 04 Kejawan Tambak, TBM RW 03 Gebang, dan TBM Rusunawa Keputih. Selama 5 minggu dimulai pada tanggal 16 Juli 2018 dan akan berakhir pada tanggal 18 Agustus 2018, tim pengabdi melakukan kegiatan berbentuk pembisaan dan pembiasaan membaca nyaring, menulis cerita yang akanmenghasilkan buku kumpulan cerita anak Surabaya, serta berlatih membuat mading bertema. Kegiatan yang dikemas untuk menjadikan kegiatan membaca menjadi mudah, menyenangkan, dan bermanfaat.

Puncak kegiatan Kampung Litrasi tahun 2018 akan diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan OPEN HOUSE PERPUSTAKAAN ITS pada bulan September. Pada kesemptan ini penulis terbaik yang akan diseleksi dari 30 penulis terbaik dari kelima TBM, akan dinobatkan sebagai 3 penulis terbaik versi Kampung Literasi ITS 2018 yang akan menerima trophy dari Rektor ITS. Sebagai upaya untuk mengapresiasi karya anak-anak tim pengabdi memohon bantuan hadiah berupa tabungan pendidikan bagi 3 penulis terbaik versi Kampung Literasi ITS.

Pada tahun yang sama, 2018, Kampung Literasi ITS berhasil melahirkan sebuah komunitas menulis remaja Dolly. Setelah membeikan pendampingan selama hampir dua tahun, remaja Dolly dipandang telah mampu secara mandiri untuk melanjutkan karya literasinya, dan sebagai upaya menjaga keberlanjutan kegiatan menulis dan literasi tersebut, dibuatlah sebuah komunitas yang diberi nama KOMEN DONG. Melalui komunitas ini kegiatan literasi di eks lokalisasi Dolly diharapkan berkesinambungan dan kreativitas remaja di wilayah ini dapat terus dikembangkan sehingga kekhawatiran akan pengaruh negatif .